Pendidikan Psikologi

pendidikan psikologi

Gambar di bawah creative commons license (sumber)

Pendidikan psikologi di Indonesia sudah tersedia mulai dari strata satu (S1) sampai tingkat strata tiga (S3). Selain itu sudah banyak sekali pendidikan tinggi swasta yang membuka program studi psikologi. Bahkan untuk tingkat magister tersedia penjurusan yang bermacam-macam. Peluang kerja psikologi juga luas, mengingat psikologi hampir dapat diaplikasikan di mana pun selama masih ada manusia. Mulai dari psikologi pendidikan, psikologi keluarga, psikologi kerekayasaan, psikologi olahraga, psikologi agama, sampai psikologi penerbangan. Pendidikan psikologi yang tersedia di Indonesia adalah:

S1 – Sarjana

Untuk tingkat sarjana, program studi yang tersedia adalah psikologi (secara umum) dan psikologi Islam. Program studi S1 psikologi tersedia di berbagai program studi negri dan swasta. Mahasiswa S1 psikologi akan memelajari dasar-dasar psikologi dan cabang-cabang psikologi, tetapi belum mengkhususkan pada satu bidang. Sedangkan S1 psikologi Islam biasanya tersedia di pendidikan tinggi Islami. Program S1 psikologi memakan waktu minimal 4 tahun dengan gelar S.Psi. Lulusan S1 psikologi belum dapat dinyatakan sebagai psikolog dan tidak diizinkan untuk praktik sebagai psikolog.

S2 – Magister profesi dan magister sains

Tingkat magister terdiri dari dua program, yaitu magister profesi dan magister sains. Magister profesi hanya menyediakan jurusan psikologi klinis, psikologi pendidikan, dan psikologi industri organisasi; sedangkan magister sains menyediakan berbagai jurusan mulai dari psikologi klinis, psikologi pendidikan, psikologi industri organisasi, psikologi SDM, psikologi olahraga, psikologi kesehatan, psikologi PAUD, dan sebagainya. Bedanya, lulusan magister profesi akan mendapatkan gelar magister psikologi (M.Psi.) dan gelar psikolog sekaligus. Lulusan S2 magister profesi akan mendapatkan izin praktik sebagai psikolog (setelah melalui tes tertentu melalui Himpsi) dan dapat melakukan praktik psikologi sesuai dengan jurusan yang diambil saat mengambil S2 (klinis, pendidikan, atau industri).

Sedangkan magister sains akan mendapatkan gelar magister sains (M.Si.) dan tidak mendapatkan gelar psikolog sehingga tidak dapat melakukan praktik psikologi. Lulusan M.Si. masih dapat bekerja di bidang sesuai jurusan tetapi tidak dapat melakukan praktik sebagai psikolog.

Program magister psikologi profesi (M.Psi. + psikolog) hanya bisa diambil oleh lulusan S1 psikologi, sedangkan program psikologi sains bisa diambil oleh lulusan S1 dari jurusan mana pun setelah mendapatkan matrikulasi.

S3 – Doktor

S3 psikologi tersedia dari berbagai jurusan layaknya magister psikologi sains. Lulusan S3 psikologi akan mendapatkan gelar doktor (Dr.) di depan nama. Saat ini program S3 psikologi baru tersedia di beberapa perguruan tinggi saja.

Demikian penjelasan singkat mengenai pendidikan psikologi di Indonesia. Semoga bermanfaat.

Yuk, Beri Komentar dan Berdiskusi di Sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s