Sigmund Freud, Pelopor Psikoanalisa

Siapa yang tidak kenal dengan Sigmund Freud? Teorinya psikoanalisisnya yang begitu terkenal membuat ia justru lebih populer dibandingkan dengan pendiri lab psikologi pertama, Wilhelm Wundt. Salah satu teorinya yang sangat populer adalah mengenai id, ego, dan superego.

Freud lahir pada tanggal 6 Mei 1856 di Freiberg sebagai keturunan Yahudi (beberapa sumber menyebutkan bahwa tanggal kelahirannya adalah 6 Maret). Masa itu merupakan masa kebangkitan Hitler sehingga Freud

harus melarikan diri ke Inggris pada usia 3 tahun. Adiknya, Julius, yang meninggal pada usia 6 tahun membuat Freud merasakan perasaan bersalah yang mendalam. Kemudian ia akan menyadari bahwa ia harapannya tidak benar-benar menyebabkan kematian Julius dan anak-anak seringkali mengharapkan kematian saudara kandungnya. Hal inilah yang akan berkontribusi terhadpa pemahamannya dalam perkembangan psikis.

Freud mengenyam pendidikan kedokteran karena ketertarikannya akan asal-muasal manusia. Ia memasuki sekolah kedokteran tanpa hasrat untuk mempraktikkan ilmu-ilmu medis, tetapi ia sangat berhasrat dalam ilmu faal. Saat menjadi mahasiswa kedokteran, Freud belajar dengan Breuer mengenai katarsis, yaitu proses untuk melepaskan gejala-gejala histeris. Namun karena keterbatasan dana, akhirnya Freud bekerja selama tiga tahun di Rumah Sakit Vienna dan memahami banyak praktik-praktik berbagai cabang dari ilmu kedokteran, termasuk psikiatri dan gangguan-gangguan saraf.

Pada tahun 1885, ia melanjutkan pendidikannya di Paris dan belajar dengan neurolog terkenal bernama Jean-Martin Charcot. Selama 4 bulan ia menimba ilmu dari Charcot dan memelajari teknik hipnosis untuk mengatasi histeria, sebuah gangguan yang berkarakteristik kelumpuhan atau fungsi dari sebagian organ tubuh yang tidak perlu.

Freud mengalami masa-masa krisisnya pada akhir tahun 1890. Bahkan ia mengisolasi dirinya. Ia mulai menganalisa mimpi-mimpinya. Pada tahun 1910, bersama Jung ia mendirikan Asosiasi Psikoanalisis Internasional. Namun kebersamaannya dengan Jung nantinya akan berakhir karena perbedaan pendapat.

Freud meninggal dunia di London, 23 September 1939. Kini, teori-teori Freud mengenai kesadaran, perkembangan psikoseksual, defense mechanism, dan analisa mimpi masih sering digunakan sebagai rujukan bahkan terus dikembangkan; bahkan ada perguruan tinggi yang khusus memelajari psikoanalisa Freud. Sigmund Freud layak disebut sebagai bapak psikoanalisa.

Pembagian Pikiran

Freud membagi pikiran menjadi tiga bagian, yaitu (1) id, (2) ego, dan (3) superego. Ketiga tahapan ini memiliki sifat dan tujuan yang berbeda-beda.

Id merupakan bagian pikiran yang sepenuhnya tidak sadar. Ia adala bagian yang primitif dari pikiran dan selalu mengejar kepuasan. Karena sifatnya yang mengikuti prinsip kesenangan, id tidak mengenal yang benar dan yang salah. Ia hanya berusaha untuk terus memuaskan keinginan manusia.

Superego adalah lawan dari id. Ia adalah ‘polisi pikiran’ dan menilai hal yang benar atau yang salah. Sama dengan id, superego juga berada di alam bawah sadar. Superego berusaha untuk terus berbuat kebaikan, menjalankan norma-norma masyarakat, dan sebagainya.

Ego atau (saya), adalah bagian dari pikiran yang memiliki kontak dengan kenyataan. Ego dikendalikan oleh prinsip realitas, dan berusaha untuk menjaga keseimbangan antara id dan superego. Ego berusaha menyesuaikan dorongan-dorongan id dan superego dengan dunia realitas.

Id dan superego akan saling menekan agar dapat muncul ke dalam ego, sehingga bisa terkadang id yang muncul lebih kuat, terkadang superego yang muncul lebih kuat. Jika ego lemah, ia akan menjadi kesulitan untuk menjaga keseimbangan antara id dan superego. Id yang berlebihan akan menyebabkan seseorang menjadi psikopat (tidak memerhatikan norma-norma masyarakat), sedangkan superego yang berlebihan akan menyebabkan psikoneurose (kegelisahan yang tinggi dalam menaati aturan).

Freud juga menjelaskan bahwa untuk menyalurkan dorongan-dorongan id yang tidak dibenarkan oleh superego, ego memiliki cara tertentu yang disebut sebagai defense mechanism. Defense mechanism akan divas lebih lanjut dalam artikel tersendiri nanti, tunggu saja :D.

Disarikan dari:

Feist, J. & Feist, G. J. (2006). Theories of personality (6th ed.). NY: McGraw-Hill.

Sarwono, S. W. (2002). Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh psikologi. Jakarta: Bulan Bintang.

Tulisan ini dimuat dalam Buletin Psikologi Universitas Tarumanagara no. 12

Yuk, Beri Komentar dan Berdiskusi di Sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s