Tag Archives: sukses

Mengikuti Jejak Kesuksesan Para Si Tak Kenal Lelah

Hari Minggu dini hari, 8 Juli 2012 kemarin, Regina Idol resmi terpilih sebagai juara 1 kontes Indonesian Idol. Kemenangannya dalam kontes menyanyi bergengsi nasional ini tentu membuatnya larut dalam haru bangga dan menuai ucapan selamat. Tetapi ternyata ada satu informasi di balik kesuksesannya ini. Sebelum akhirnya menjadi juara 1 kontes Indonesian Idol, Regina sudah pernah 6 kali ditolak masuk Indonesian Idol!

Kisah kesuksesan lain yang tak kalah serunya adalah Rangga Umara. Jika anda pernah mencicipi menu-menu olahan lele yang lezat dari rumah makan Lele Lela, itulah bisnis yang dijalankan Rangga hingga menjadi sukses. Perjuangannya tentu tidak mudah. Rangga harus menghadapi jatuh-bangun mulai dari pindah tempat usaha, pendapatan menurun, tunggakan sana sini bahkan sampai istrinya kembali ke rumah mertuanya karena takut terus-menerus ditagih oleh pemilik kontrakan rumah. Tapi, Rangga tidak menyerah, ia masih terus berusaha hingga kini rumah makan Lele Lela memiliki ratusan cabang hingga saat ini.

Tokoh sukses yang saat ini sedang terkenal adalah Merry Riana. Jika anda pernah membaca buku biografi Merry Riana, pasti anda sudah tahu sepak terjang Ria dalam mencapai kesuksesan. Berawal dari kuliah di Negri Singa yang membuat ia harus berhemat gila-gilaan, Ria kemudian bertekad untuk sukses. Ia mencoba berbisnis, tapi apa daya bisnis-bisnisnya banyak yang gagal. Tapi kegagalan tidak mampu membuat ia menyerah. Dengan rekan yang tepat, ia pun berhasil menjalani bisnis asuransi dan mendapatkan penghasilan satu juta dolar! Kesuksesannya diakui oleh dunia hingga ia diganjar berbagai macam penghargaan bergengsi. Baca lebih lanjut

Kisah Inspiratif Sang Wisudawan Bergerobak

Kata siapa keterbatasan biaya dapat menghentikan impian-impian manusia? Uang adalah hal penting yang sangat membantu untuk menjalani kehidupan ini, tetapi tanpa uang bukan berarti tidak bisa berkembang. Sebagai manusia, kita memiliki modal utama yang luar biasa dan sering kita lupa untuk syukuri, yaitu akal budi dan semangat. Sebuah kisah dari negri kita sendiri menyadarkan saya akan pentingnya semangat dan daya juang yang tinggi dalam menggapai impian. Kisah si Cecep, sang wisudawan bergerobak yang kisahnya saya dapatkan dari http://www.kaskus.co.id.

Cecep merupakan mahasiswa Universitas Gadjah Mada, sebuah universitas negri bergengsi di Indonesia. Cecep memulai usahanya sejak ia mulai berkuliah. Di awal usahanya, Cecep berdagang empal gentong dengan mendorong gerobak di sekitar kost-kostan kampus. Lebih lanjut lagi, ia pun mencoba berdagang di sekitar kampus. Usahanya ini tidak berjalan lancar, karena ia harus bermain “petak umpet” dengan pihak SKK kampus UGM (saya tidak tahu apa itu SKK, tapi saya rasa seperti sebuah staf keamanan kampus) yang bertugas menertibkan pedagang kaki lima di sekitar kampus.  Permainan petak umpet tidak berjalan lancar dan pada akhirnya Cecep tertangkap oleh petugas SKK kampus. Karena memang seorang mahasiswa UGM, Cecep pun menyatakan bahwa ia adalah mahasiswa UGM dan menunjukkan kartu mahasiswanya. Namun apa daya, memiliki status mahasiswa UGM bukan berarti dapat dibebaskan oleh SKK dan akhirnya Cecep dibawa ke rektorat.

Di kantor rektorat, melalui berbagai dialog, rektorat justru menjadi curhat kepada Cecep mengenai para pedagang di lingkungan UGM. Dan mungkin melihat keteguhan Cecep untuk berkuliah sambil berdagang, Cecep pun akhirnya diberikan modal oleh rektorat untuk membuka warung makan dengan menu andalan empal gentong. Meskipun akhirnya usahanya cukup maju, Cecep masih suka berdagang keliling dengan gerobaknya di sekitar Pasar Tugu. Baca lebih lanjut

Bangkit di Kala Gagal Menyapa

Tulisan inspiratif mengenai kesuksesan di bawah ini saya dapatkan dari sebuah forum, dengan sedikit suntingan dari saya:

Seorang laki-laki pengangguran melamar posisi sebagai office boy di perusahaan Microsoft. Manajer SDM mewawancarainya, kemudian melihatnya membersihkan lantai sebagai ujian.

”Anda dipekerjakan.” Kata sang manajer.

”Berikan alamat e-mail anda dan saya akan mengirimkan aplikasi untuk diisi, juga tanggal Anda dapat mulai bekerja.”

Kemudia pria itu menjawab, ”Tapi saya tidak punya komputer, apalagi e-mail.” Baca lebih lanjut