Tag Archives: Kue Keranjang

Kisah di Balik Kue Keranjang

Menjelang hari raya Imlek, salah satu makanan yang wajib disiapkan adalah kue keranjang (beberapa orang menyebutnya dengan dodol China). Mungkin anda sudah familiar dengan kue ini. Bentuknya bundar (walaupun mungkin juga ada bentuk-bentuk lainnya), warnanya hitam kecoklatan, teksturnya empuk dan lengket. Kalau anda coba, rasanya manis sekali dan lengket di mulut, bahkan sering menempel di gigi. Biasanya dipotong dan dimakan langsung begitu saja, terkadang ada juga yang dimakan bersama dengan parutan kelapa untuk memperkaya rasa. Cara lain untuk menyantapnya adalah dengan mendiamkannya berbulan-bulan hingga sedikit mengeras, kemudian dibalur dengan campuran tepung dan telur lalu digoreng di dalam minyak panas. Dihidangkan panas-panas dan garing, rasanya tentu akan membuat air liur menetes.

Bagi orang Tionghoa, kue keranjang wajib ada saat Imlek. Kue keranjang dalam Bahasa Mandarin disebut sebagai nian gao (年糕, baca: nien kao) dan dalam Bahasa Hokkian disebut dengan ti kwe (甜棵, baca: ti ke dengan e seperti apel, secara literal berarti: kue yang manis). Nian berarti tahun, sedangkan gao berarti kue, sehingga secara literal nian gao bisa berarti kue tahun. Kata gao juga memiliki arti lain, yaitu tinggi; sehingga bisa juga berarti harapan bahwa tahun ini membawa rezeki yang lebih tinggi. Memang, biasanya kue keranjang disusun bertingkat ke atas, melambangkan rezeki yang terus meningkat. Baca lebih lanjut

Iklan