Arsip Blog

5 Fakta Kuliah di Jurusan Psikologi

Pengalaman Psikologi

CC Image courtesy of Veritas on Flickr

Karena di postingan pengalaman kuliah psikologi banyak banget yang comment buat nanya-nanya gimana sih rasanya kuliah psikologi, maka di post ini gw mau kasih 5 fakta kuliah psikologi yang perlu kamu ketahui.  Cekidot guys!

Disclaimer: 5 fakta ini menurut gue sendiri, sebagai mahasiswa yang akhirnya “lolos” S1 psikologi juga :P

1. Mau kabur dari hitung-hitungan? No way out!

Kalau ada yang mau pilih jurusan psikologi biar gak ketemu hitung-hitungan lagi, you are totally wrong, fellas! Karena pada faktanya… jurusan psikologi ternyata masih berkaitan dengan hitung-hitungan, dan memang perlu! Saat kuliah psikologi nanti, kalian akan bertemu dengan beberapa mata kuliah hitung-hitungan seperti Statistik I, Statistik II, dan Psikometrika (coba tanya sama yang sudah pernah kul psikologi, gimana sadisnya mata kuliah psikometrika itu :P) Baca lebih lanjut

Mengapa Si “Malas” Mendapat Nilai Bagus?

sumber gambar: http://mybrainnotes.com/triune-brain-theory.jpg

Saat saya masih kuliah S1, banyak sekali teman saya yang mengeluhkan hal tersebut. Mereka merasa sudah belajar dengan baik. Buku teks maupun catatan sudah dibaca dengan baik, jam belajar pun sudah diperbanyak (bahkan sampai bergadang), sampai sudah diulangi berkali-kali; tapi tetap saja, nilai yang diperoleh masih pas-pasan.

Di sisi lain, ada murid yang sepertinya tidak terlalu menghiraukan ujian. Di kelas ia mendengarkan penjelasan seperti biasa, catatannya juga tidak lengkap; bahkan lebih sering ia memfotokopi dari temannya, atau mungkin anda yang catatannya lengkap. Di rumah, jadwal belajarnya tidak tentu. Ia belajar mengikuti suasana hatinya saja. Jika sedang ingin belajar, ya belajar; jika sedang ingin bermain, ya main. Terkadang bahkan tidak belajar sama sekali. Tapi hasil ujiannya? Seringkali melebihi nilai siswa-siswa lainnya. Biasanya si “malas” ini adalah siswa laki-laki dan suka bermain game, tapi pernah juga saya siswa tipe ini temui dari perempuan.

Si “malas” ini pun menjadi tanda tanya besar bagi teman-temannya. Belajar jarang, selalu santai, tapi nilainya lebih bagus daripada si X yang belajar gila-gilaan. Mungkin anda salah satunya, sudah belajar dengan sekeras mungkin tapi tetap mendapatkan nilai yang lebih rendah daripada si “malas”; atau mungkin anda adalah si “malas” ini? Baca lebih lanjut