Mengenal Perayaan Kue Bulan dan Festival Musim Gugur

Kue bulan.

Festival musim gugur akan segera tiba. Kue bulan mulai menjadi cemilan yang wajar ditemui di rumah-rumah warga keturunan Tionghoa. Di pasar sendiri, permintaan kue bulan juga meningkat. Mungkin anda sudah mencicipinya juga di rumah, ditemani dengan secangkir teh China yang hangat dan menetralkan lemak.

Dalam Bahasa Mandarin, festival musim gugur disebut sebagai 中秋节 (zhong qiu jie, baca: chung ciu cie), dalam Bahasa Hokkian disebut sebagai tiong ciu. Festival ini dirayakan pada tanggal 15 bulan 8 penanggalan lunar, dengan berkumpulnya keluarga dalam sebuah meja sambil menikmati kue bulan (月餅 yuè bĭng, baca: yue ping). Di bawah sinar terang rembulan, anggota keluarga yang berkumpul saling berbincang dan bercengkerama. Mereka yang merantau dan terpisah jauh dari keluarga besarnya, akan kembali pada perayaan ini untuk menikmati suasana keakraban keluarga. Di beberapa daerah di daratan China, para pemuda dan pemudi berkumpul di bawah sinar terang rembulan untuk saling bercengkerama sambil bernyanyi dan menari. Dipercaya bahwa hal ini dapat menyebabkan mereka enteng jodoh. Di China sendiri, festival musim gugur menjadi perayaan paling meriah setelah Imlek.

Asal Usul Festival Musim Gugur

Festival musim gugur diperkirakan bermulai pada sekitar dinasti Xia dan Shang (2000-1600 SM). Perayaan bermula dari pemujaan terhadap bulan, hingga pada dinasti Song (1127 – 1279 M) orang-orang mulai mengirimkan kue bulan kepada kenalan mereka sebagai simbol keutuhan keluarga.

Terdapat legenda mengenai festival musim gugur. Dikisahkan bahwa pada suatu masa muncul sepuluh matahari yang menyinari bumi, menyebabkan panas dan kekeringan yang luar biasa. Kemudian Hou Yi, sang pemanah, muncul menyelamatkan dunia dengan memanah matahari-matahari tersebut hingga tersisa satu matahari. Atas jasanya menyelamatkan dunia, dewi dari khayangan menghadiahkan Hou Yi obat untuk hidup abadi. Tetapi Hou Yi menjadi gelap mata, apalagi setelah ia dielu-elukan oleh rakyat sebagai pahlawan, ia menjadi sombong dan takabur. Chang E, istri Hou Yi, menjadi sedih dan kemudian meminum obat tersebut. Chang E kemudian perlahan-lahan terbang ke bulan dan dipuja sebagai dewi bulan.

Hou Yi, ditinggal oleh istrinya, merasa sangat sedih. Ia pun berusaha untuk membujuk Chang E pulang ke bumi. Setiap tanggal 15 bulan 8 penanggalan lunar (hari Chang E terbang ke bulan), Hou Yi menyiapkan kue beserta makanan kesukaan Chang E, berharap Chang E akan teringat akan dirinya dan bersedia turun ke bumi. Namun tahun demi tahun Chang E tak juga pulang. Masyarakat yang melihat keadaan ini kemudian ikut menyajikan kue setiap tanggal 15 bulan 8 penanggalan lunar untuk membantu Hou Yi. Dari sinilah festival musim gugur bermula.

Versi lain dari legenda tersebut adalah Hou Yi menyimpan obat tersebut di rumahnya. Feng Meng, teman Hou Yi, iri dengan Hou Yi dan berusaha untuk mencuri obat tersebut. Chang E kemudian mencegahnya dan meminum obat tersebut, sehingga ia terbang ke bulan dan menjadi dewi bulan.

Pemberontakan Dinasti Yuan

Terdapat kisah historis yang heroik di balik festival musim gugur. Pada masa pemerintahan dinasti Yuan, rakyat Han dijajah pemerintahan Mongol. Rakyat Han yang menderita di bawah penjajahan pun merencanakan pemberontakan. Pemimpin pemberontakan, Shu Yuan Zhang, memikirkan cara untuk mengambil alih pemerintahan. Shu berpikir keras bagaimana caranya untuk menyatukan rakyat Han untuk secara kompak memberontak di tanggal yang sama.

Terpikirkanlah cara yang brilian. Mengetahui bahwa festival musim gugur akan segera tiba, mereka kemudian memerintahkan untuk membuat kue khusus yang di dalamnya berisi pesan pemberontakan. Di tanggal 15 bulan 8 penanggalan lunar, kue bulan pun dibagikan kepada seluruh rakyat Han. Saat kue tersebut dipotong, mereka menemukan secarik kertas berisi pesan untuk melakukan penyerangan secara serempak. Pemberontakan di bawah pimpinan Shu pun berhasil. Berakhirlah dinasti Yuan, digantikan oleh dinasti Ming.

Festival Musim Gugur di Indonesia

Di Indonesia, festival musim gugur juga dirayakan meskipun tidak semeriah di China. Festival Musim Gugur tahun 2013 di Indonesia akan jatuh pada hari Kamis tanggal 19 September. Festival ini dirayakan oleh warga peranakan Tionghoa yang telah diakui sebagai warga negara Indonesia. Kue bulan dihadiahkan kepada kenalan dan keluarga, seperti tradisi yang sudah dimulai dari dinasti Song. Warga Tionghoa yang masih menganut kepercayaan tradisional Tionghoa (di Indonesia disebut sebagai Konfusianisme, meskipun penulis sendiri merasa bahwa keyakinan ini lebih tepat disebut sebagai Shenisme) akan melakukan sembahyang pada tanggal 15 bulan 8 penanggalan lunar di rumah masing-masing. Biasanya, mereka akan menyajikan kue bulan di altar sembahyang mereka, kemudian di malam hari kue tersebut dipotong dan dinikmati bersama-sama sambil meminum teh.

Beberapa hotel dan restoran ternama juga ikut memeriahkan momen festival musim gugur ini. Mereka menyajikan kue bulan istimewa dengan racikan resep masing-masing yang sudah dimodifikasi. Tentu saja dengan pengemasan yang cantik dan menarik. Di pasar-pasar tradisional, kue bulan menjadi semakin mudah ditemui menjelang festival musim gugur. Terdapat berbagai macam varian kue bulan yang dapat ditemui dengan berbagai rasa, mulai dari rasa durian, cempedak, coklat, hingga keju; juga dengan berbagai variasi seperti isi kuning telur, isi biji teratai, dan sebagainya.

Organisasi-organisasi Tionghoa pun turut serta merayakan festival ini, seperti yang dilakukan di Kompleks Cagar Budaya Chandra Naya yang menyajikan pagelaran drama musikal sejarah kue bulan, di tahun 2012 silam. Juga yang dilakukan oleh Pemuda Tridharma yang mengadakan malam keakraban antar pemuda dengan berbagai macam games dan drama dewi bulan yang disajikan dengan sentuhan humor.

Meskipun perkembangan zaman sudah semakin modern dan hal-hal yang dianggap kuno mulai ditinggalkan, budaya-budaya tradisional terutama warisan budaya bangsa kita sendiri tetap harus kita jaga. Nilai-nilai yang terkandung dalam festival musim gugur, seperti kebersamaan dan keakraban, harus terus diingat dan dijalankan di dalam kehidupan sehari-hari. Festival musim gugur dengan perayaan memakan kue bulan akan menjadi pengingat kita akan nilai-nilai luhur tersebut setiap tahunnya.

One response to “Mengenal Perayaan Kue Bulan dan Festival Musim Gugur

  1. thanks infonya, suka bgt ngeliat festival kue bulan

Yuk, Beri Komentar dan Berdiskusi di Sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s