Berkenalan dengan Tarot

Tarot semakin hari semakin populer di masyarakat. Buku-buku mengenai tarot sudah dapat dengan mudah ditemui di toko-toko buku. Dek kartu tarot juga sudah semakin mudah didapatkan baik di toko buku, toko sulap, atau online shop. Berbagai event-event tarot juga sudah diadakan secara terbuka untuk siapa saja oleh Klub Tarot Indonesia. Bahkan setiap bulannya, Klub Tarot Jakarta mengadakan acara talkshow mengenai tarot yang dapat dihadiri oleh siapa saja secara gratis (bekerja sama dengan BinusTV).

Tarot adalah sebutan untuk dek kartu yang biasanya berjumlah 78 lembar, terdiri dari 22 kartu arcana mayor dan 56 kartu arcana minor. Aktivitas menggunakan tarot disebut mewacana tarot, dan pelaku wacana tarot disebut dengan pewacana tarot. Kartu tarot ini bisa digunakan untuk berbagai kepentingan mulai dari menggali kepribadian, menemukan solusi masalah, sampai mengetahui kemungkinan-kemungkinan yang dapat muncul di masa depan.

Arcana Mayor

Arcana mayor disebut juga dengan rahasia besar. Dalam dek kartu versi Raider-Waite, arcana mayor juga disebut sebagai trump, yaitu kartu yang memiliki keunggulan dibandingkan arcana minor. Arcana mayor terdiri dari 22 kartu dengan masing-masing kartunya memiliki angka serta nama, mulai dari 0 (The Fool) sampai XXI (The World).

Kartu-kartu arcana mayor seringkali disebut sebagai perjalanan sang The Fool tersebut. Memang jika diperhatikan satu-persatu, kartu-kartu tersebut seolah membentuk sebuah cerita.

Ke-22 kartu arcana mayor tersebut adalah (versi Raider-Waite):

0 – The Fool

I – The Magician

II – The High Priestess (or The Popess)

III – The Empress

IV – The Emperor

V – The Hierophant (or The Pope)

VI – The Lovers

VII – The Chariot

VIII – Strength

IX – The Hermit

X – Wheel of Fortune

XI – Justice

XII – The Hanged Man

XIII – Death

XIV – Temperance

XV – The Devil

XVI – The Tower

XVII – The Star

XVIII – The Moon

XIX – The Sun

XX – Judgment

XXI – The World

Arcana Minor

Arcana minor atau rahasia kecil terdiri dari 56 kartu. Ke-56 kartu tersebut terbagi lagi menjadi 4, yaitu swords, cups, staves, dan pentacles; atau pedang, piala, tongkat, koin. Masing-masing dari elemen tersebut terdiri dari 14 kartu, dimulai dari kartu 1 sampai 9, serta kartu page, knight, queen, dan king. Beberapa mengatakan bahwa keempat court card tersebut memiliki nama lain sebagai jack, knight, queen, king dalam kartu remi. Diduga memang bahwa kartu remi berasal dari kartu tarot.

Mewacana Tarot

Dalam pewacanaan tarot, ada istilah yang dikenal dengan spreading atau tebaran kartu. Tebaran yang umumnya digunakan adalah tebaran 3 dan celtic-cross. Tebaran dapat dipilih berdasarkan hal yang ingin diungkapkan melalui tarot. Ada tebaran untuk melihat kepribadian, tebaran untuk menghitung kecocokan cinta, sampai tebaran untuk melihat kelahiran masa lampau. Bahkan ada juga pewacana tarot yang membuat tebarannya sendiri. Semua dapat dipilih dan dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kecocokan masing-masing pewacana tarot. Tebaran yang paling umum digunakan adalah tebaran tiga kartu dan tebaran celtic cross.

Setelah memutuskan tebaran yang akan digunakan, selanjutnya dek kartu akan dikocok. Dalam pengocokan kartu, terdapat 2 versi. Ada pewacana yang mengocok kartunya sendiri, ada juga yang meminta kliennya untuk mengocok kartunya. Setelah dikocok, kartu akan disebar dan diambil sesuai dengan tebaran yang dipilih. Sama seperti pengocokan kartu, ada pewacana yang mengambil kartunya sendiri, ada juga yang meminta kliennya untuk mengambil kartu. Kartu diambil secara random, mengikuti nurani atau spontanitas saja. Setelah kartu dipilih sesuai tebaran, barulah kartu-kartu tersebut diinterpretasikan.

Prinsip Kerja Tarot

Beberapa pakar tarot setuju bahwa tarot bekerja berdasarkan universal unconsciousness, yaitu pandangan bahwa manusia sebenarnya saling terhubungkan secara tidak sadar. Hal inilah yang menjelaskan jika pewacana tarot tiba-tiba dapat memahami sesuatu dalam kliennya padahal sang klien tidak menyatakan, karena ketidaksadaran manusia saling terhubungkan.

Beberapa penjelasan menyebutkan bahwa dalam ketidaksadaran manusia sebenarnya sudah tersimpan jawaban-jawaban atas permasalahan mereka dan gambar-gambar dalam kartu tarot tersebut menstimulus pewacana tarot untuk mengakses alam ketidaksadaran mereka.

Meskipun demikian, penjelasan-penjelasan di atas belumlah terbukti secara ilmiah. Percaya atau tidak percaya dengan teori-teori di atas adalah pilihan kita masing-masing.

Sesat

Kartu tarot seringkali dicap sebagai kartu setan atau menyesatkan. Sebenarnya sesat atau tidak kembali kepada diri masing-masing. Demikian juga dengan kartu tarot, sesat atau tidaknya tergantung pada penggunaannya.

Pada prinsipnya, kerja tarot mirip dengan ramalan cuaca. Maksudnya seperti ini, saat kita menonton ramalan cuaca, ramalan tersebut sifatnya lebih kepada dugaan dan bisa saja berubah (jika ternyata ada kondisi-kondisi lain yang memengaruhi). Demikian juga dengan tarot, sifatnya lebih kepada dugaan pada masa depan dan bisa diubah jika ada kondisi-kondisi lain yang memengaruhi. Misalnya saat hasil wacana tarot saya mengatakan bahwa saya akan menerima musibah besok. Dari hasil wacana tersebut saya menjadi lebih mawas diri dan berhati-hati dalam bersikap, sehingga saya bisa terhindar dari musibah tersebut, atau setidaknya dampak dari musibah tersebut tidak terlalu parah. Prinsip inilah yang membuat tarot lebih digunakan sebagai media konseling dibandingkan meramal masa depan, karena setelah mengetahui kemungkinan pada masa depan, pewacana tarot dapat memberikan saran kepada klien untuk mengambil langkah-langkah tepat agar kesialan pada masa depan dapat dihindari dan keberuntungan dapat datang.

Namun ada juga yang memang mewacana tarot dan menggunakan prinsip-prinsip estoteris dan mistik dalam praktiknya. Ada yang memiliki altar khusus tarotnya sendiri, ada yang ’memandikan’ kartu tarotnya dengan dupa dan cahaya bulan, namun ada juga yang menganggap tarot adalah sebatas kartu dengan kemampuan untuk menstimulus ketidaksadaran. Semuanya kembali kepada diri masing-masing.

Hal-Hal yang Berhubungan dengan Tarot

Tarot dapat dihubungkan dengan astrologi, i-ching, kabbalah, feng shui, numerologi, bahkan sampai ke psikologi. Pewacana tarot yang menggunakan astrologi akan menanyakan tanggal lahir guna mendapatkan zodiak klien, sedangkan pewacana tarot yang menggunakan numerologi akan menggunakan hitungan tanggal lahir klien sebagai pendukung hasil wacana. Pilihan teknik tersebut merupakan kecocokan masing-masing.

Tarot dengan Psikologi

Beberapa pewacana tarot menghubungkan tarot dengan psikologi. Bahkan ada buku-buku yang menghubungkan tarot dengan psikologi, salah satunya buku ‘Tarot Psikologi’ karya Bapak Leonardo Rimba dan Audifax.

Keempat elemen dalam arcana minor seringkali dihubungkan dengan konsep psikologi Jungian. Pedang diasosiasikan dengan thinking, piala diasosiasikan dengan feeling, tongkat diasosiasikan dengan intuiting, dan koin diasosiasikan dengan sensing.

Selain itu tarot juga seringkali dihubungkan dengan konsep collective unconsciousness dari Carl Jung, yang menjelaskan bahwa ketidaksadaran manusia saling terhubung. Namun ternyata konsep ketidaksadaran manusia yang saling terhubung ini bukanlah collective unconsciousness, melainkan universal uncsonciousness yang bukan teori Jung. Collective unconsciousness adalah teori yang menyatakan bahwa manusia sekarang menyimpan ‘DNA’ dari para pendahulu-pendahulunya, sehingga tipe-tipe hero dari generasi-generasi selalu sama (pria gagah dengan wanita cantik, menumpas kejahatan, selalu menang/hampir kalah tapi pada akhirnya pasti menang), tipe-tipe wise old man selalu sama, dan sebagainya.

Pendapat lainnya ada yang menyatakan bahwa cara kerja kartu tarot mirip dengan prinsip tes-tes proyektif dalam psikologi seperti tes Rorschach, TAT, dan sebagainya. Namun menurut penulis yang memelajari tarot dan tes proyektif, prinsip kedua instrumen tersebut sama sekali tidak berhubungan. Satu-satunya hal yang sama adalah dimanfaatkan untuk mengakses alam bawah sadar subyek.

Seperti biasa, semuanya kembali kepada diri masing-masing. Sejauh ini penulis belum menemukan literatur yang menghubungkan antara tarot dengan psikologi secara ilmiah.

Memulai Belajar

Jika anda tertarik dengan tarot, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah memiliki dek kartu tarot terlebih dahulu. Dek tarot dapat dibeli secara online atau di toko-toko seperti toko buku dan toko sulap. Harganya bervariasi. Kartu tarot import berkisar antara 200rb-450rb. Jika memiliki anggaran terbatas, anda dapat membeli dek kartu tarot buatan Indonesia sendiri seperti Tarot Nusantara, harganya sekitar 60ribu dan dapat ditemukan di toko buku. Biasanya dalam pembelian dek kartu tarot, disertakan juga buku panduannya sehingga kita tidak perlu membeli buku panduan tentang tarot secara terpisah.

Jika sudah memiliki dek tarot, langkah selanjutnya adalah prinsip one card per day. Maksudnya adalah mengambil satu kartu (secara acak maupun berurutan) setiap pagi, pandangi baik-baik simbol-simbol gambar dalam kartu tersebut, dan pada malam harinya, renungi kegiatan-kegiatan pada hari ini dan lihat apakah berhubungan dengan simbol-simbol yang tertera pada kartu yang anda ambil pada pagi harinya. Misalnya pada kartu yang anda ambil bergambarkan menara runtuh, halilintar, manusia jatuh; anda dapat merenungkan aktivitas anda hari ini, apakah ada yang memiliki makna simbolik yang sama dengan menara runtuh (misal, kesombongan yang runtuh), halilintar (sebuah teguran), dan manusia jatuh (mengalami hal yang kurang menyenangkan). Bandingkan juga dengan makna kartu tersebut sesuai yang tertera dalam buku panduan. Hal ini akan membuat anda lebih mudah menginterpretasikan simbol pada kartu tarot nantinya.

Ada yang mengajurkan untuk tidur bersama kartu tarot agar lebih akrab dengan kartunya, tetapi menurut saya hal tersebut kurang logis. Sesuai prinsip saya, kembali kepada diri masing-masing :).

Selanjutnya tentu, cobalah praktik! Carilah teman atau saudara yang membutuhkan bantuan dan cobalah bantu dengan tarot. Atau anda juga dapat menyelesaikan masalah anda sendiri dengan tarot. Practice makes perfect.

Terakhir, carilah teman diskusi atau sharing. Di Indonesia, ada komunitas pewacana tarot yang bernama Klub Tarot Indonesia, dengan anak organisasi Klub Tarot Jakarta untuk Jakarta. Silakan add akun Facebook ’Klub Tarot Indonesia’ dan ’Klub Tarot Jakarta’ untuk berdiskusi dengan pewacana tarot lainnya.

Dek Kartu Versi Indonesia

Sepengetahuan penulis, sudah ada 2 versi dek kartu ala Indonesia. Pertama adalah Tarot Wayang yang diciptakan oleh Ibu Ani Sekarningsih, seorang grand master tarot Indonesia. Sesuai namanya, Tarot Wayang bertemakan tokoh-tokoh wayang.

Kedua adalah Tarot Nusantara yang diciptakan oleh Bapak Fahri A. Hisyam. Tarot Nusantara bertemakan kebudayaan-kebudayaan nusantara dengan dasar Raider-Waite. Kartu ini memiliki ilustrasi dan warna yang menarik untuk dipandang.

Kartu Tarot Wayang

Penutup

Sejauh ini memang tarot masih tidak dapat dibuktikan keilmiahannya. Meskipun demikian, wacana tarot menarik untuk dilakukan, baik sebagai iseng-iseng pengisi waktu luang atau ditekuni secara serius. Semuanya kembali kepada opini masing-masing, ingin menganggap tarot adalah hal yang sesat, just for fun, atau serius. Selamat belajar tarot! :)

Yuk, Beri Komentar dan Berdiskusi di Sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s